Menara Siger: A Beautiful Land Mark of Lampung

menara siger cSpending more than 12 hours from Australia to Indonesia made me really tired. I visited Indonesia to go on vacation to Lampung. Before going on vacation, my cousin helped me book a room at Grand Anugerah Lampung Hotel. Thus, when arriving in Lampung, I went to that 3 stars hotel. Another day, my friend who is an Indonesian met and invited me to surround Lampung.

One of the best places that we visited was Menara Siger. This is a beautiful Lampung’s icon or land mark that is located in Jalan Raya Trans Sumatera, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. My friend told me that Menara Siger was built in 2005 and launched in 2008. This tower is so beautiful because it has unique design. He said its design looks like traditional crown with nine series that symbolize nine languages types in Lampung.

Another uniqueness of this building is its color that is dominated by yellow and red. When we visited this tourism spot, there were just three or four people there. My friend told me that tourisms usually visit Menara Siger on weekends.

 

 

Curup Tujuh: Air Terjun Tujuh Tingkat yang Memukau

curup tujuhAku cukup kaget ketika memerikasa tas ranselku dan tidak menemukan rencana perjalanan yang sudah aku dan teman-temanku susun sebelum pergi liburan ke Lampung. Meskipun begitu, itu tidak membuat liburan kami terganggu. Berkat menginap di hotel yang berkualitas, kami bisa menggunakan akses Wi-Fi gratis untuk berselancar di internet dan menyusun kembali rencana perjalanan kami.

Dari beberapa tempat yang akan kami kunjungi, aku sangat tertarik dengan Curup Tujuh. Nama Curup Tujuh sendiri diambil dari tujuh tinggkatan air terjun dari curup ini. Jika ditotal maka ketinggian air terjun ini dari tinggkatan pertama sampai ke tujuh sekitar 75 km. Lokasi objek wisata ini terletak di kawasan hutan lindung di Desa Margajaya, Kecamatan Padangratu, Kabupaten Lampung Tengah.

Jarak Curup Tujuh dari ibukota Lampung Tengah, Gunung Sugih sekitar 32 km. Sedangkan dari Bandara Radin Intan, jaraknya sekitar 132 km. Kami menggunakan mobil sewaan untuk tepi hutan lindaung sebelum menggunakan motor trail untuk mencapai lokasi air terjun. Meskipun melelahkan, namun keindahan Curup Tujuh memberikan ketenangan jiwa sehingga kami benar-benar merasa bangga dan puas bisa mengunjungi tempat tersebut.